Presiden Prabowo Panggil Mentan, Bahas Tuntas Kasus Beras Oplosan

- Editor

Rabu, 30 Juli 2025 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dipanggil Presiden Prabowo untuk bahas tuntas kasus beras oplosan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/7/2025) (Foto: Istimewa).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dipanggil Presiden Prabowo untuk bahas tuntas kasus beras oplosan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/7/2025) (Foto: Istimewa).

GASINGNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman ke Istana Kepresidenan, Rabu (30/7/2025).

Pertemuan tersebut untuk membahas secara menyeluruh persoalan serius yang mencuat ke publik: skandal beras oplosan yang melibatkan ratusan merek dan berpotensi merugikan konsumen nasional.

Dalam rapat terbatas yang juga melibatkan Kejaksaan Agung dan Polri, Presiden meminta Mentan memberikan laporan mendetail mengenai temuan di lapangan, termasuk langkah konkret pemerintah dalam menangani produsen yang kedapatan melanggar standar mutu beras.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Presiden meminta kasus ini ditangani secara tuntas dan tidak pandang bulu. Arahan beliau jelas, semua yang melanggar harus ditindak,” kata Amran usai rapat.

Baca Juga:  Prabowo Subianto Dijadwalkan Berpidato di Sidang Umum PBB ke-80, September 2025

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Kementerian Pertanian bersama lembaga terkait, terungkap bahwa dari 268 merek beras yang ditelusuri, sebanyak 212 merek tidak memenuhi standar kualitas nasional, terutama pada parameter broken rice (beras patah).

Angka ini mengejutkan karena banyak di antaranya diklaim sebagai beras premium.

Menurut aturan pemerintah, batas kadar broken rice maksimal adalah 25% untuk beras medium dan 15% untuk beras premium.

Namun kenyataannya, banyak produsen nakal mencampurkan beras kualitas rendah dan menjualnya sebagai beras berkualitas tinggi.

“Sudah kami koordinasikan dengan aparat hukum. Kejagung dan Polri juga telah melakukan pemeriksaan ulang, dan hasilnya konsisten. Seluruh pihak yang terbukti bersalah sedang dalam proses hukum,” ungkap Amran.

Baca Juga:  Ahli Waris WR Soepratman Tegaskan Indonesia Raya Sudah Jadi Milik Negara Sejak 1957

Tak hanya membahas soal beras oplosan, dalam kesempatan itu Mentan juga menyampaikan update terkait proyek cetak sawah nasional yang kini berjalan di Papua Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

Ia memastikan progres proyek berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan selesai tepat waktu.

Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga beras, pemerintah telah menyalurkan 360 ribu ton bantuan pangan, dan 1,3 juta ton beras melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Total cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 4,2 juta ton.

Kabar baiknya, menurut Amran, harga beras premium mulai menunjukkan penurunan signifikan di berbagai daerah.

Hal ini merupakan hasil dari kombinasi langkah pengawasan mutu yang lebih ketat dan penertiban terhadap produsen yang memanipulasi kualitas produk.

Baca Juga:  Hari Juang Polri di Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto: Momentum Tingkatkan Dedikasi dan Integritas

“Ini kabar baik. Sesuai laporan di rapat Kemenko Perekonomian kemarin, harga beras premium sudah turun. Ini jadi bukti bahwa pemerintah serius memperbaiki tata kelola pangan,” ujar Amran.

Amran dijadwalkan kembali ke Istana pada sore harinya untuk melanjutkan rapat lanjutan bersama Presiden dan jajaran terkait guna menindaklanjuti proses penegakan hukum terhadap pelaku usaha beras oplosan.

Dengan langkah cepat dan tegas ini, pemerintah ingin memastikan kepercayaan publik terhadap kualitas pangan nasional tetap terjaga, sekaligus memberi pesan bahwa manipulasi terhadap komoditas pokok tidak akan ditoleransi. (*)

Editor: Arya Rahman

Berita Terkait

Polwan Toraja Utara Jalan Kaki 3 KM Pungut Sampah, Sambut HUT Polwan ke-77
Ahli Waris WR Soepratman Tegaskan Indonesia Raya Sudah Jadi Milik Negara Sejak 1957
Hari Juang Polri di Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto: Momentum Tingkatkan Dedikasi dan Integritas
Prabowo Subianto Dijadwalkan Berpidato di Sidang Umum PBB ke-80, September 2025
Semarak HUT RI ke-80 di Tana Toraja, Polres Siaga Amankan Jalur Gerak Jalan
Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK, Disita Uang Miliaran dan Puluhan Mobil Mewah
DPRD Torut Jadwalkan Pemanggilan Direktur Perumda Air Minum Usai Gelombang Protes Karyawan
Kontroversi Joget DPR RI Usai Sidang MPR, Netizen: Rakyat Sengsara, Dewan Bergembira
Berita ini 9 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:48 WIB

Ahli Waris WR Soepratman Tegaskan Indonesia Raya Sudah Jadi Milik Negara Sejak 1957

Jumat, 22 Agustus 2025 - 09:17 WIB

Prabowo Subianto Dijadwalkan Berpidato di Sidang Umum PBB ke-80, September 2025

Rabu, 20 Agustus 2025 - 09:08 WIB

Kontroversi Joget DPR RI Usai Sidang MPR, Netizen: Rakyat Sengsara, Dewan Bergembira

Minggu, 17 Agustus 2025 - 13:26 WIB

Prabowo Cium Bendera Merah Putih pada Upacara HUT ke 80 RI

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 23:48 WIB

Bhayangkara FC vs PSM, Imbang 1-1 Dua Gol Tercipta Lewat Penalti

Jumat, 15 Agustus 2025 - 12:20 WIB

Meski Uang Suap Dikembalikan, KPK Pastikan Bupati Pati Sudewo Tetap Terancam Pidana

Senin, 11 Agustus 2025 - 12:07 WIB

Kasus Kematian Prada Lucky: Jumlah Tersangka Anggota TNI Bertambah Jadi 20 Orang

Selasa, 5 Agustus 2025 - 02:55 WIB

Resmi Dilantik: Wali Kota dan Wakil Palopo, Naili–Ome Usung Semangat Kepemimpinan Bersih dan Merakyat

Berita Terbaru