Praktik Sabung Ayam Diduga Semakin Terbuka, Gereja Toraja Angkat Suara

- Editor

Minggu, 23 November 2025 - 03:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendeta Alfred Anggui menyampaikan pesan moral terkait maraknya judi sabung ayam melalui rekaman pribadi di kanal resmi gereja, Toraja Utara, Sabtu (22/11/2025) (Foto: Istimewa)

Pendeta Alfred Anggui menyampaikan pesan moral terkait maraknya judi sabung ayam melalui rekaman pribadi di kanal resmi gereja, Toraja Utara, Sabtu (22/11/2025) (Foto: Istimewa)

TORAJA UTARA – Praktik judi sabung ayam di Toraja Utara kembali menjadi perhatian luas setelah aktivitas tersebut disebut makin mudah dijumpai di sejumlah wilayah.

Meski aparat penegak hukum beberapa kali melakukan operasi, kegiatan yang termasuk penyakit sosial ini dinilai semakin berani dan dilakukan baik secara tertutup maupun terbuka.

Informasi yang diterima dari warga menunjukkan bahwa beberapa lokasi kerap dijadikan arena sabung ayam dengan pola yang berpindah-pindah. Pola ini membuat penindakan di lapangan tidak selalu efektif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pelaku disebut telah memahami pola operasi aparat sehingga dapat mengelabui pengawasan. Kondisi tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa praktik judi ini telah membentuk jaringan solid yang sulit diputus tanpa kolaborasi serius.

Sorotan keras terhadap fenomena ini datang dari Gereja Toraja. Melalui pernyataan resmi di kanal YouTube @gerejatorajajemaatbetlehem6838, Ketua Umum Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, Pendeta Alfred Anggui, menyampaikan keprihatinan mendalam.

Ia menegaskan bahwa Toraja tidak memiliki sumber daya alam unggulan seperti banyak daerah lain di Indonesia, sehingga kekuatan terbesar daerah ini terletak pada kualitas manusianya.

Dalam pesannya, ia mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan karakter orang Toraja dirusak oleh praktik negatif seperti judi.

Menurutnya, jika generasi muda terbiasa melihat sabung ayam sebagai hal yang lumrah, maka masa depan daerah akan menghadapi ancaman serius.

“Toraja tidak punya sumber daya alam yang dapat diunggulkan. Toraja hanya punya orang Toraja. Jadi tolong jangan biarkan orang Toraja itu dirusak dengan hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan masyarakat, termasuk judi,” ujarnya dikutip dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.

Pernyataan tegas itu sekaligus menjadi sinyal bahwa lembaga keagamaan tidak tinggal diam ketika nilai-nilai sosial dan moral masyarakat mulai tergerus.

Gereja Toraja juga menegaskan komitmennya sebagai lembaga moral yang harus menyampaikan suara peringatan ketika praktik merusak mulai menguat di tengah masyarakat.

Alfred Anggui menyebut bahwa kepedulian gereja terhadap maraknya penyakit sosial bukan untuk menghakimi, tetapi untuk mengingatkan bahwa Toraja memiliki tanggung jawab bersama menjaga masa depannya.

“Gereja Toraja tegas menyoroti beragam penyakit sosial, terutama judi. Itu karena Gereja Toraja mencintai Toraja,” lanjutnya.

Di sisi lain, masyarakat menilai upaya penindakan aparat sudah berlangsung, namun belum optimal. Tantangan terbesar bukan hanya lokasi adu ayam yang berpindah, tetapi juga adanya oknum yang diduga melindungi praktik tersebut.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan aparat keamanan dapat bersinergi lebih kuat untuk menghapuskan sabung ayam yang telah lama dianggap merugikan.

Seruan Gereja Toraja kali ini menjadi momentum penting. Di tengah kekhawatiran meningkatnya toleransi terhadap judi, suara tegas lembaga gereja dianggap mampu menggugah kesadaran kolektif.

Masyarakat Toraja diingatkan bahwa menjaga generasi muda dari kegiatan destruktif adalah investasi sosial terbesar bagi keberlanjutan daerah. (*)

Pewarta: Arya Rahman

Berita Terkait

Viral Ibu Rumah Tangga di Rantepao Akui Keuangan Hancur Akibat Suami Terjerat Judi Sabung Ayam
Musyawarah Lokal ke-5, H. Mahmudin Terpilih Pimpin ORARI Toraja Utara Periode 2025–2028
Polres Tana Toraja Gotong Royong Bersihkan Pasar Makale, Bukti Nyata Kepedulian terhadap Lingkungan
Kapolres Toraja Utara Tegaskan Larangan Gaya Hidup Hedonis, Minta Anggota Jadi Teladan Kesederhanaan
Cegah Kesalahpahaman Publik, Kabag Ops Polres Tana Toraja Beri Penjelasan Resmi Terkait Isu Pajak Mahasiswa
Eksekusi Tanah di Balusu Torut Berjalan Ricuh, Polisi dan TNI Turun Amankan Lokasi
Dekatkan Polisi dengan Pelajar, Polsek Sesean Gelar Police Goes to School di Toraja Utara
Polres Tana Toraja Turun Tangan Bersihkan Pasar Makale, Wujudkan Lingkungan Sehat dan Nyaman
Berita ini 11 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 06:05 WIB

Viral Ibu Rumah Tangga di Rantepao Akui Keuangan Hancur Akibat Suami Terjerat Judi Sabung Ayam

Minggu, 23 November 2025 - 13:27 WIB

Musyawarah Lokal ke-5, H. Mahmudin Terpilih Pimpin ORARI Toraja Utara Periode 2025–2028

Minggu, 23 November 2025 - 03:53 WIB

Praktik Sabung Ayam Diduga Semakin Terbuka, Gereja Toraja Angkat Suara

Selasa, 21 Oktober 2025 - 12:37 WIB

Polres Tana Toraja Gotong Royong Bersihkan Pasar Makale, Bukti Nyata Kepedulian terhadap Lingkungan

Senin, 6 Oktober 2025 - 13:59 WIB

Cegah Kesalahpahaman Publik, Kabag Ops Polres Tana Toraja Beri Penjelasan Resmi Terkait Isu Pajak Mahasiswa

Senin, 29 September 2025 - 13:41 WIB

Eksekusi Tanah di Balusu Torut Berjalan Ricuh, Polisi dan TNI Turun Amankan Lokasi

Rabu, 24 September 2025 - 10:03 WIB

Dekatkan Polisi dengan Pelajar, Polsek Sesean Gelar Police Goes to School di Toraja Utara

Selasa, 23 September 2025 - 03:33 WIB

Polres Tana Toraja Turun Tangan Bersihkan Pasar Makale, Wujudkan Lingkungan Sehat dan Nyaman

Berita Terbaru