Demo Ojol 20 Mei: Ribuan Massa Geruduk Istana, DPR, dan Kemenhub Tuntut Potongan Aplikasi 10 Persen

- Editor

Senin, 19 Mei 2025 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa pengemudi ojek online (ojol) bergerak memadati kawasan sekitar Istana Merdeka, Gedung DPR, dan Kementerian Perhubungan saat aksi unjuk rasa, Selasa (20/5/2025) (Foto: Istimewa).

Massa pengemudi ojek online (ojol) bergerak memadati kawasan sekitar Istana Merdeka, Gedung DPR, dan Kementerian Perhubungan saat aksi unjuk rasa, Selasa (20/5/2025) (Foto: Istimewa).

GASINGNEWS.COM, JAKARTA – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Jakarta pada Selasa, 20 Mei 2025.

Aksi ini merupakan bentuk puncak kekecewaan terhadap aplikator yang dianggap telah memberlakukan kebijakan potongan biaya yang mencekik para pengemudi.

Tiga titik utama menjadi pusat konsentrasi massa: Istana Merdeka, Gedung DPR RI, dan Kementerian Perhubungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, massa juga direncanakan menyebar ke kantor-kantor perusahaan aplikasi transportasi daring yang beroperasi di Jakarta.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyatakan bahwa aksi ini menuntut pengurangan potongan biaya aplikasi menjadi maksimal 10 persen.

Baca Juga:  Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK, Disita Uang Miliaran dan Puluhan Mobil Mewah

Menurutnya, kebijakan aplikator saat ini telah melanggar regulasi dan sangat membebani mitra pengemudi.

“Besok aksi kami di tiga titik itu menuntut 10 persen potongan biaya dari pihak aplikasi,” ujar Igun, Senin (19/5/2025).

Ia juga menegaskan bahwa para aplikator telah melanggar Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) KP 1001 Tahun 2022 yang menetapkan potongan maksimal sebesar 20 persen.

Namun kenyataannya, potongan terus naik hingga mencapai 50–60 persen, tanpa melalui dialog dengan mitra.

Menurut Igun, selama ini para pengemudi ojol telah berulang kali melakukan aksi damai, tetapi tidak mendapat tanggapan yang serius dari pihak aplikator maupun pemerintah.

“Kita hanya minta taati saja regulasi yang ada. Tapi malah kami makin ditekan,” katanya. “Sudah terlalu lama kami bersabar. Sekarang saatnya bersuara lebih tegas.”

Baca Juga:  Ahli Waris WR Soepratman Tegaskan Indonesia Raya Sudah Jadi Milik Negara Sejak 1957

Diperkirakan lebih dari 500 ribu pengemudi akan mematikan aplikasi secara serentak sebagai bentuk protes nasional.

Mereka berasal dari berbagai wilayah seperti Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, dan sejumlah daerah di Sumatera.

Sementara itu, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, mengimbau warga Jakarta untuk menghindari titik-titik yang menjadi pusat aksi karena berpotensi menimbulkan kemacetan parah.

“Kita imbau ke masyarakat supaya menghindari area seputaran Medan Merdeka, Bundaran Patung Kuda, sama seputaran DPR. Karena memang jumlahnya cukup banyak,” ujar Argo.

Baca Juga:  Prabowo Subianto Dijadwalkan Berpidato di Sidang Umum PBB ke-80, September 2025

Polisi juga tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi demo.

Beberapa arus kendaraan akan dialihkan ke Jalan Budi Kemuliaan, Tugu Tani, serta kawasan Harmoni dan Tomang guna mengurangi penumpukan kendaraan.

Argo menyatakan bahwa pihak kepolisian siap mengawal aksi massa agar berjalan tertib dan aman.

Koordinasi terus dilakukan antara aparat dan koordinator aksi untuk memastikan tidak ada gangguan keamanan maupun hambatan terhadap aktivitas warga lainnya.

Dengan skala yang sangat besar, aksi 20 Mei ini disebut-sebut sebagai salah satu unjuk rasa digital terbesar dalam sejarah transportasi daring di Indonesia (*).

Editor: Arya Rahman

Berita Terkait

Ahli Waris WR Soepratman Tegaskan Indonesia Raya Sudah Jadi Milik Negara Sejak 1957
Prabowo Subianto Dijadwalkan Berpidato di Sidang Umum PBB ke-80, September 2025
Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK, Disita Uang Miliaran dan Puluhan Mobil Mewah
Kontroversi Joget DPR RI Usai Sidang MPR, Netizen: Rakyat Sengsara, Dewan Bergembira
Prabowo Cium Bendera Merah Putih pada Upacara HUT ke 80 RI
Bhayangkara FC vs PSM, Imbang 1-1 Dua Gol Tercipta Lewat Penalti
Meski Uang Suap Dikembalikan, KPK Pastikan Bupati Pati Sudewo Tetap Terancam Pidana
Kasus Kematian Prada Lucky: Jumlah Tersangka Anggota TNI Bertambah Jadi 20 Orang
Berita ini 8 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:48 WIB

Ahli Waris WR Soepratman Tegaskan Indonesia Raya Sudah Jadi Milik Negara Sejak 1957

Jumat, 22 Agustus 2025 - 09:17 WIB

Prabowo Subianto Dijadwalkan Berpidato di Sidang Umum PBB ke-80, September 2025

Rabu, 20 Agustus 2025 - 09:08 WIB

Kontroversi Joget DPR RI Usai Sidang MPR, Netizen: Rakyat Sengsara, Dewan Bergembira

Minggu, 17 Agustus 2025 - 13:26 WIB

Prabowo Cium Bendera Merah Putih pada Upacara HUT ke 80 RI

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 23:48 WIB

Bhayangkara FC vs PSM, Imbang 1-1 Dua Gol Tercipta Lewat Penalti

Jumat, 15 Agustus 2025 - 12:20 WIB

Meski Uang Suap Dikembalikan, KPK Pastikan Bupati Pati Sudewo Tetap Terancam Pidana

Senin, 11 Agustus 2025 - 12:07 WIB

Kasus Kematian Prada Lucky: Jumlah Tersangka Anggota TNI Bertambah Jadi 20 Orang

Selasa, 5 Agustus 2025 - 02:55 WIB

Resmi Dilantik: Wali Kota dan Wakil Palopo, Naili–Ome Usung Semangat Kepemimpinan Bersih dan Merakyat

Berita Terbaru