GASINGNEWS.COM, TORAJA UTARA — Inspektorat Kabupaten Toraja Utara terus melanjutkan kegiatan audit terhadap pengelolaan keuKepala Inspektorat Kabupaten Toraja Utara, Joni Kantong yang di temui di ruang kerjanya, Selasa (17/6/25). (Dok. Fred Sampebua/Gasingnews.com)angan dan administrasi pemerintahan Desa atau Lembang.
Diketahui bahwa hingga pertengahan bulan juni 2025 saat ini, dari 111 Lembang yang ada di Kabupaten Toraja Utara hampir sebagian besar telah di audit oleh inspektorat. Namun masih menyisahkan sebanyak 20 Desa/Lembang yang belum di audit, namun dalam waktu dekat akan segera diaudit.
Kepala Inspektorat Kabupaten Toraja Utara, Joni Kantong menyatakan bahwa audit ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa atau lembang, khususnya terkait penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari total 111 Desa atau lembang, hampir semuanya telah pihaknya audit. Sisanya, sebanyak 20 desa atau Lembang yang baru akan dilakukan audit,” terangnya saat di temui di kantornya, Selasa (17/6/25).
Ia mengaku, 20 Desa atau Lembang belum di audit karena pihaknya masih menunggu surat tugas.
“Dan kami sudah mau turun minggu ini, karena surat tugas kami sudah ada untuk lakukan audit,” akunya.
Ia menjelaskan, sebagaimana tugas yang ada di inspektorat yakni mendampingi, memonitoring dan mengawasi.
“Dan di Desa atau Lembang yang banyak kami temukan adalah persoalan administrasi, seperti pengawasan kepala lembang dan Bendahara yang sering di gonta ganti. Sehingga kami selalu sarankan kepala lembang agar menaati prosedur pergantian aparat,” jelasnya.
Selain itu, menurut Joni Kantong terdapat pula temuan persoalan pajak. Bahkan terdapat pula pencatatan aset di Lembang yang tidak tertib.
Ia mengungkapkan, sehingga terkadang di Lembang terdapat temuan keuangan lantaran admistrasi yang tidak betul.
“Dan bahkan hampir 99 persen Lembang yang ada di Toraja Utara ada temuan pajaknya. Yang mengakibatkan adanya temuan keuangan,” ungkapnya.
Inspektorat juga mengingatkan kepada seluruh pemerintah desa atau lembang agar menyiapkan dokumen dan data yang dibutuhkan secara lengkap untuk memperlancar proses audit.
Joni Kantong menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata mencari kesalahan, tetapi juga sebagai langkah pembinaan agar desa dapat menjalankan tata kelola pemerintahan dengan lebih baik.
“Kami berharap desa atau lembang yang belum diaudit bisa proaktif dan kooperatif. Audit ini demi kebaikan bersama,” tutupnya.
Penulis : Fred Sampebua
Editor. : Zul

















