GASINGNEWS.COM, RANTEPAO – Sebuah kisah tak lazim terjadi di Toraja Utara. Seorang tenaga kesehatan, sebut saja namanya Iis, tengah bersiap menjalani hari bahagia bersama calon suaminya.
Namun, jelang pernikahan yang sudah direncanakan, muncul persoalan mengejutkan dari masa lalunya.
Mantan suaminya, yang berinisial Ot, tiba-tiba hadir kembali dan meminta agar semua uang yang pernah ia keluarkan selama hubungan rumah tangga mereka dikembalikan. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, disebut mencapai Rp400 juta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Cerita ini bermula dari hubungan rumah tangga Iis dan Ot yang sudah lama renggang.
Menurut pengakuan Iis, sejak prosesi lamaran, komunikasi dengan Ot terputus begitu saja.
“Dia kembali ke tempat kerjanya tanpa kabar. Pernah sekali datang tapi tidak bertemu saya. Terakhir yang saya dengar, dia bilang kalau ada laki-laki yang mau sama saya, terima saja. Sejak itu, kami sepakat hubungan sebatas saudara,” ungkap Iis saat ditemui di Rantepao, Minggu (28/9/2025).

Namun, menjelang hari bahagianya, Ot justru menolak rencana pernikahan Iis dengan pria lain. Alasannya, ia merasa memiliki hak atas sejumlah uang yang pernah diberikan selama mereka masih terikat.
Bagi Iis, tuntutan itu sungguh di luar nalar. “Selama bertahun-tahun tidak ada kabar, tiba-tiba muncul hanya untuk meminta uang kembali. Rasanya aneh dan memalukan,” tambahnya.
Kasus ini akhirnya sampai ke ranah hukum. Ot disebut telah melaporkannya ke Polsek Sopai. Kapolsek Sopai, IPDA Joni Manuk Allo, SH, membenarkan bahwa laporan telah diterima pihaknya.
“Kami beritikad baik untuk mempertemukan kedua belah pihak. Jangan sampai ada anggapan bahwa laporan masyarakat tidak direspons,” jelasnya saat dikonfirmasi Sabtu (27/9/2025).
Di mata masyarakat, persoalan ini menimbulkan pro dan kontra. Ada yang menilai tindakan Ot hanya mempermalukan dirinya sendiri, karena tuntutan terhadap uang dalam hubungan rumah tangga bukanlah hal yang lumrah.
Ada pula yang melihat persoalan ini sebagai cerminan lemahnya kedewasaan dalam menyelesaikan perpisahan.
Kini, semua mata tertuju pada langkah mediasi yang akan difasilitasi Polsek Sopai. Apakah kedua pihak akan menemukan jalan damai, atau justru persoalan ini semakin meruncing hingga masuk ke jalur hukum lebih tinggi?
Satu hal pasti, kisah ini menjadi perbincangan hangat di Toraja Utara, mengingat besarnya angka yang disebut-sebut dalam tuntutan tersebut. (*)
Pewarta: Fred Sampebua‘

















