GASINGNEWS.COM, Makassar – Kepemimpinan di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan resmi mengalami perubahan.
Merujuk pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2192/IX/KEP/2025 yang dikeluarkan pada 24 September 2025, Irjen Pol. Drs. Rusdi Hartono, dipindahtugaskan sebagai Perwira Tinggi di Bareskrim Polri.
Sementara itu, tongkat estafet kepemimpinan Polda Sulsel kini diemban Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengangkatan Djuhandhani sekaligus menandai promosi kariernya. Perwira tinggi yang sebelumnya berpangkat Brigadir Jenderal kini resmi naik menjadi Inspektur Jenderal.
Hal ini mempertegas bahwa rotasi jabatan di lingkungan Polri tidak hanya sebatas mutasi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan karier yang terstruktur.
Sebelum dipercaya memimpin Polda Sulsel, Djuhandhani menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri.
Di posisi tersebut, ia dikenal memiliki rekam jejak yang kuat dalam menangani berbagai perkara kriminal dengan tingkat kerumitan tinggi, mulai dari kasus kejahatan konvensional hingga tindak pidana lintas daerah.
Latar belakang inilah yang diyakini menjadi modal penting untuk menjawab tantangan keamanan di Sulawesi Selatan.
Djuhandhani merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991.
Menariknya, ia seangkatan dengan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Kesamaan angkatan ini membuatnya semakin diperhitungkan dalam struktur kepemimpinan Polri saat ini.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan langkah yang wajar.
“Rotasi kepemimpinan adalah bagian dari pembinaan karier yang terukur di tubuh Polri. Dengan kepemimpinan baru, kami optimis Polda Sulsel bisa lebih profesional menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.
Masyarakat Sulsel sendiri menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan baru ini.
Sebab, daerah ini memiliki tantangan yang tidak ringan, mulai dari kejahatan jalanan, penyelundupan barang di jalur laut, hingga persoalan narkotika yang kerap menjadi sorotan.
Selain itu, dinamika politik dan ekonomi di Makassar sebagai kota besar di Indonesia Timur menuntut stabilitas keamanan yang solid.
Kehadiran Irjen Pol. Djuhandhani diharapkan dapat menghadirkan warna baru dalam penegakan hukum dan pelayanan publik.
Langkah awalnya sebagai Kapolda Sulsel akan menjadi penentu arah kebijakan kepolisian di daerah ini, sekaligus menjawab ekspektasi masyarakat terhadap Polri sebagai institusi yang hadir untuk melindungi dan mengayomi. (*)
Editor: Arya Rahman

















