TANA TORAJA – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia ke-55 yang jatuh pada 22 April 2025, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menggelar aksi nyata dengan menanam 1.000 pohon di berbagai wilayah.
Salah satu lokasi utama penanaman berada di kawasan objek wisata Buntu Sarira, Kelurahan Sarira, Kecamatan Makale.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Tana Toraja bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui UPT KPH Saddang I, BPDAS Jeneberang Saddang, serta mendapat dukungan penuh dari BPS GT (Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja) dan partisipasi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan mengusung tema “Kekuatan Kita, Planet Kita, Menjaga Bumi Tanggung Jawab Kita Bersama – Let’s Plant a Tree”, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran kolektif terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg, Dandim 1414 Tana Toraja Letkol Arm Bani K. Sepang, Kapolsek Makale AKP Yohanis Sampe Palinoan mewakili Kapolres AKBP Budy Kurniawan.
Turut hadir pula stakeholder terkait dan tokoh masyarakat.
Bupati Zadrak dalam sambutannya menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.
Ia menyoroti meningkatnya bencana alam seperti tanah longsor yang terjadi hampir di setiap kecamatan dalam beberapa pekan terakhir.
“Bencana alam yang terjadi merupakan bentuk tangisan bumi akibat ulah manusia. Kita harus lebih peduli terhadap alam, mulai dari hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan hingga menanam pohon untuk masa depan,” ungkap Zadrak.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mengatasi pemanasan global dan mendukung program pemerintah pusat terkait swasembada pangan dan energi.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Bumi Sedunia Tana Toraja, Frederyk Tandi Payung, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dilaksanakan serentak di 192 negara.
Di Tana Toraja, sebanyak 1.000 pohon berbagai jenis seperti beringin, manggis, durian, dukuh, dan jengkol ditanam di beberapa lokasi.
“Objek wisata Buntu Sarira dipilih karena termasuk dalam kawasan lahan kritis dan gersang. Penanaman pohon di lokasi ini diharapkan memberikan dampak nyata terhadap kelestarian sumber daya air, terutama untuk kolam alam Tilanga’ yang berada tepat di bawahnya,” kata Frederyk.
Lurah Sarira, Thomas Kala’padang, juga mengapresiasi pemilihan Buntu Sarira sebagai lokasi kegiatan. Ia menyatakan bahwa aksi penanaman pohon ini sangat bermanfaat bagi keberlangsungan objek wisata dan lingkungan sekitar.
“Kami berharap masyarakat turut menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik. Apa yang kita tanam hari ini adalah investasi untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Tana Toraja menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan hidup dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam menciptakan bumi yang lebih hijau, bersih, dan lestari (Red).
Editor: Arya Rahman