Ini Penjelasan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Sulawesi Barat Terkait Adendum Suatu Proyek

- Editor

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suryadi, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Sulawesi Barat

Suryadi, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Sulawesi Barat

Adendum Bukan Alasan Menghindari Denda, Semua Harus Dibuktikan Data

‎GASINGNEWS.COM,Toraja Utara-Adendum proyek kerap menjadi sorotan publik, terutama ketika dikaitkan dengan keterlambatan pekerjaan. Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Sulawesi Barat, Suryadi, menegaskan bahwa adendum bukan proses yang bisa diajukan sembarangan, apalagi dijadikan tameng untuk menghindari sanksi keterlambatan.

‎Menurut Suryadi, ada alur resmi dan ketat yang harus dilalui kontraktor ketika mengajukan adendum, khususnya adendum perpanjangan waktu. Proses itu dimulai dari perusahaan pelaksana yang secara tertulis menyurat kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dengan menjelaskan secara rinci alasan permohonan adendum.

‎“Banyak kemungkinan di lapangan yang bisa menyebabkan pekerjaan proyek molor. Biasanya karena force majeure atau fenomena yang tidak bisa diprediksi dan dicegah oleh manusia. Tapi wajib hukumnya dibuktikan dengan data,” tegas Suryadi.

‎Cuaca Ekstrem hingga Longsor Harus Ada Bukti

Baca Juga:  adobe generative ai

‎Suryadi menyebut, salah satu faktor force majeure yang paling sering dihadapi kontraktor di lapangan adalah kondisi cuaca ekstrem, seperti curah hujan tinggi yang berpotensi memicu longsor di area proyek.

‎Namun, ia mengingatkan bahwa klaim cuaca tidak bisa hanya berdasarkan asumsi.

‎“Kondisi cuaca bisa menjadi pertimbangan adendum, tapi sekali lagi wajib dibuktikan. Misalnya hujan, pembuktiannya dengan data prakiraan cuaca dari BMKG. Jika terjadi longsor, harus ada dokumentasi foto titik longsornya. Itu yang menjadi pegangan PPK untuk menilai proyek tersebut layak atau tidak diberikan adendum,” jelasnya.

‎Pekerjaan Tambahan dan Material Khusus

‎Selain force majeure, Suryadi mengungkapkan ada sejumlah kondisi lain yang secara teknis dapat menjadi dasar pengajuan adendum. Di antaranya pekerjaan tambahan yang tidak tercantum dalam kontrak awal, serta ketersediaan material yang terbatas di daerah proyek.

‎ “Pekerjaan tambahan, seperti pembuatan talud penahan longsor yang tidak tercantum dalam kontrak, bisa menjadi alasan adendum. Tapi kembali lagi, harus by data,” ujarnya.

‎Ia mencontohkan, jika kontraktor membangun talud sepanjang 10 meter, maka harus dijelaskan secara detail lokasi talud tersebut, dari titik mana ke titik mana, serta dilengkapi dokumentasi progres pekerjaan.

‎”Apakah benar dikerjakan setiap hari atau ada jeda waktu kerja, itu semua harus jelas,” katanya.

‎Hal serupa juga berlaku untuk pengadaan material khusus.

‎ “Kalau bahannya tidak tersedia di daerah lokasi proyek, atau ada tapi spesifikasinya berbeda, maka harus dipesan dari luar daerah. Waktu pengiriman itu bisa jadi dasar adendum, tapi wajib dibuktikan dengan invoice dan dokumen pengiriman,” tambah Suryadi.

‎Adendum Tidak Menghapus Denda

‎Yang paling ditekankan Suryadi, adendum sama sekali tidak menghapus kewajiban denda keterlambatan. Denda tetap diberlakukan sesuai dengan ketentuan kontrak dan peraturan yang berlaku.

‎Ia menjelaskan, dalam proyek pemerintah di Indonesia, denda keterlambatan umumnya sebesar 1/1000 (satu permil) dari nilai kontrak atau nilai bagian kontrak per hari keterlambatan, sebagaimana diatur dalam regulasi pengadaan, termasuk Perpres Nomor 16 Tahun 2018.

‎ “Denda itu tergantung isi kontraknya, tapi umumnya 1/1000 per hari. Misalnya nilai kontrak Rp1 miliar dan progres pekerjaan sudah 90 persen, maka denda dikenakan pada sisa 10 persen nilai pekerjaan,” jelasnya.

‎Suryadi menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa adendum adalah instrumen administratif dan teknis, bukan ruang abu-abu untuk membenarkan keterlambatan tanpa dasar.

‎“Semua harus jelas, terukur, dan berbasis data. Tanpa itu, adendum tidak bisa dibenarkan,” pungkasnya.

Baca Juga:  adobe generative ai

Berita Terkait

adobe generative ai
По какой причине индивидам необходимо ощущать психическую активность
Лучшие онлайн платформы для хайроллеров с высокими ставками
Лучшие онлайн казино США для ставок на деньги в 2025
Лучшие казино для ставок в рублях в 2025 году рейтинг
Лучшие Онлайн Казино С Минимальным Депозитом 2025 Года
Лучшие мобильные казино для iPhone на iOS в 2025 году
Magyar Online Casino a legjobb slot jtkokkal 2025-ben.1319
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terbaru

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 00:52 WIB

Europäisches Roulette online: Ein Experte Leitfaden

Senin, 2 Maret 2026 - 20:17 WIB

Men and women ways a playing lesson that have an appartment bankroll

Senin, 2 Maret 2026 - 19:39 WIB

CryptoThrills Casino Depozitsiz Rag'batlantirish 70 1Win Oʻzbekistonda aloqa Mutlaqo bepul Ikki karra muammo aylanadi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:37 WIB

3 boyutlu Limanlar RTP Derecelendirmeleri En İyi Komisyon üç boyutlu Konum Oyunu

Senin, 2 Maret 2026 - 19:32 WIB

Yasaklı Partibet bonus kodu Türkiye 2025

Senin, 2 Maret 2026 - 19:24 WIB

Ocak 2026'da 1King güncelleme uygulaması indirme Yeni Oyuncular İçin En İyi Bonus Döndürme Promosyonları

Senin, 2 Maret 2026 - 14:09 WIB

Каким образом ощущения формируют бихевиоральные стереотипы

Senin, 2 Maret 2026 - 13:43 WIB

Online Casino Apple Pay Auszahlung: Das ultimative Spielerlebnis

Berita Terbaru

Business, Home Based Business

Лучшие Онлайн Казино С Высокими Выплатами В 2025 Году

Minggu, 22 Feb 2026 - 17:13 WIB

Reference & Education, College

Лучшее онлайн казино для игры в рулетку 2025 года

Jumat, 20 Feb 2026 - 06:48 WIB

UNCATEGORIZED

Europäisches Roulette online: Ein Experte Leitfaden

Selasa, 3 Mar 2026 - 00:52 WIB