GASINGNEWS.COM, TORAJA UTARA – Menyambut Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-77 yang jatuh pada 1 September 2025 mendatang, jajaran Polwan Polres Toraja Utara melakukan aksi sederhana namun penuh makna.
Mereka berjalan kaki sejauh 3 kilometer sambil memungut sampah di sepanjang jalur Rantepao–Palopo, tepatnya kawasan Hutan Lindung Pinus di Kecamatan Tondon, Senin (25/8/2025).
Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan bentuk nyata kepedulian Polwan terhadap lingkungan dan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak tiga personel Polwan turun langsung bersama Pengurus Bhayangkari Cabang Toraja Utara, termasuk Ketua Bhayangkari Ny. Indah Luckyto yang ikut menyusuri jalan sambil membawa kantong sampah.
“Bakti sosial ini menjadi momentum penting untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Selain mengingatkan akan pentingnya kebersihan, kami juga ingin berbagi dengan mereka yang membutuhkan,” jelas Ps. Kasium Polres Toraja Utara, Aipda Susi Sonda, yang juga senior Polwan di jajaran tersebut.
Usai aksi bersih-bersih, rombongan Polwan melanjutkan kegiatan sosial dengan membagikan puluhan paket sembako di sekitar kawasan Kandean Dulang, Rantepao.
Sasarannya adalah warga yang sedang beraktivitas dan dinilai membutuhkan bantuan. Senyum sumringah pun terlihat ketika paket sembako berpindah tangan ke masyarakat penerima.
Aipda Susi menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan tindak lanjut kebijakan Kapolri yang mendorong Polwan agar semakin dekat dengan rakyat di momen hari jadinya.
“Semoga semangat bekerja dan berbagi ini terus terjaga, karena keberadaan Polwan bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga tentang kepedulian,” tambahnya.
Pelaksanaan bakti sosial berjalan aman, tertib, dan penuh keakraban. Masyarakat yang dilintasi rombongan Polwan ikut mengapresiasi.
Bahkan beberapa pengguna jalan sempat berhenti untuk sekadar mengucapkan terima kasih atas aksi nyata yang dilakukan para srikandi Bhayangkara.
Dengan semangat HUT Polwan ke-77, Polres Toraja Utara berharap kegiatan sosial seperti ini bisa menjadi tradisi tahunan.
Tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga menguatkan hubungan antara polisi wanita dengan masyarakat yang mereka layani. (*)
Pewarta: Fred Sampebua’