Presiden Prabowo di Hadapan Buruh Janji Hapus Outsourcing

- Editor

Kamis, 1 Mei 2025 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan komitmennya untuk menghapus sistem kerja outsourcing Hal ini diungkapkan langsung di hadapan ribuan buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (1/5/2025) (Foto: Istimewa).

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan komitmennya untuk menghapus sistem kerja outsourcing Hal ini diungkapkan langsung di hadapan ribuan buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (1/5/2025) (Foto: Istimewa).

GASINGNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan komitmennya untuk menghapus sistem kerja outsourcing yang selama ini menjadi salah satu isu krusial di dunia ketenagakerjaan.

Hal ini diungkapkan langsung di hadapan ribuan buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

“Saya akan meminta Dewan Kesejahteraan Nasional untuk mempelajari secepat-cepatnya. Kita ingin menghapus outsourcing,” tegas Prabowo, Kamis (1/5/2025), disambut antusias para buruh dari berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini menjadi respon konkret terhadap salah satu tuntutan utama buruh, yang menilai sistem outsourcing kerap merugikan pekerja, menciptakan ketidakpastian, dan melemahkan posisi tawar buruh di hadapan pengusaha.

Baca Juga:  Prabowo Subianto Dijadwalkan Berpidato di Sidang Umum PBB ke-80, September 2025

Namun, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga iklim investasi.

Menurutnya, lapangan kerja bisa tercipta jika investasi terus tumbuh, sehingga dialog antara buruh dan pengusaha sangat penting ke depan.

“Kalau tidak ada investasi, tidak ada pabrik. Kalau tidak ada pabrik, kalian tidak bekerja. Dalam waktu dekat saya akan adakan pertemuan di Istana Bogor, mempertemukan 150 pimpinan buruh dan 150 pimpinan perusahaan,” ujar Prabowo.

Baca Juga:  Ahli Waris WR Soepratman Tegaskan Indonesia Raya Sudah Jadi Milik Negara Sejak 1957

Aksi May Day tahun ini diikuti lebih dari 1 juta buruh yang menggelar aksi damai di sedikitnya 15 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Surabaya, Medan, Makassar, Lampung, Palembang, dan Batam.

Aksi ini membawa enam tuntutan besar, yaitu:

1. Hapus sistem outsourcing

2. Bentuk Satgas Pencegahan PHK

3. Wujudkan upah layak

4. Sahkan RUU Ketenagakerjaan baru

5. Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT)

6. Sahkan RUU Perampasan Aset untuk berantas korupsi

Ketua Serikat Buruh Nasional menyambut positif janji Presiden Prabowo namun menekankan bahwa buruh akan terus mengawal proses kebijakan agar janji tersebut benar-benar terealisasi.

Baca Juga:  Kontroversi Joget DPR RI Usai Sidang MPR, Netizen: Rakyat Sengsara, Dewan Bergembira

“Janji Presiden merupakan angin segar, tapi buruh tidak akan lengah. Kita akan terus mengawal dan menagih realisasinya,” ujar salah satu orator dari atas mobil komando.

Langkah Prabowo Subianto ini menjadi sorotan nasional, karena dianggap sebagai upaya memperkuat hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan.

Buruh berharap pemerintah bukan hanya menyampaikan janji, tetapi juga menindaklanjutinya dengan kebijakan nyata yang berpihak pada kelas pekerja (*)

Editor: Arya Rahman

Berita Terkait

Ahli Waris WR Soepratman Tegaskan Indonesia Raya Sudah Jadi Milik Negara Sejak 1957
Prabowo Subianto Dijadwalkan Berpidato di Sidang Umum PBB ke-80, September 2025
Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK, Disita Uang Miliaran dan Puluhan Mobil Mewah
Kontroversi Joget DPR RI Usai Sidang MPR, Netizen: Rakyat Sengsara, Dewan Bergembira
Prabowo Cium Bendera Merah Putih pada Upacara HUT ke 80 RI
Bhayangkara FC vs PSM, Imbang 1-1 Dua Gol Tercipta Lewat Penalti
Meski Uang Suap Dikembalikan, KPK Pastikan Bupati Pati Sudewo Tetap Terancam Pidana
Kasus Kematian Prada Lucky: Jumlah Tersangka Anggota TNI Bertambah Jadi 20 Orang
Berita ini 7 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:48 WIB

Ahli Waris WR Soepratman Tegaskan Indonesia Raya Sudah Jadi Milik Negara Sejak 1957

Jumat, 22 Agustus 2025 - 09:17 WIB

Prabowo Subianto Dijadwalkan Berpidato di Sidang Umum PBB ke-80, September 2025

Rabu, 20 Agustus 2025 - 09:08 WIB

Kontroversi Joget DPR RI Usai Sidang MPR, Netizen: Rakyat Sengsara, Dewan Bergembira

Minggu, 17 Agustus 2025 - 13:26 WIB

Prabowo Cium Bendera Merah Putih pada Upacara HUT ke 80 RI

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 23:48 WIB

Bhayangkara FC vs PSM, Imbang 1-1 Dua Gol Tercipta Lewat Penalti

Jumat, 15 Agustus 2025 - 12:20 WIB

Meski Uang Suap Dikembalikan, KPK Pastikan Bupati Pati Sudewo Tetap Terancam Pidana

Senin, 11 Agustus 2025 - 12:07 WIB

Kasus Kematian Prada Lucky: Jumlah Tersangka Anggota TNI Bertambah Jadi 20 Orang

Selasa, 5 Agustus 2025 - 02:55 WIB

Resmi Dilantik: Wali Kota dan Wakil Palopo, Naili–Ome Usung Semangat Kepemimpinan Bersih dan Merakyat

Berita Terbaru